Assallamuallaikum Wr Wb..
Note :
Cerita ini hanya fiktif belaka. Apabila ada kesamaan nama, tempat, kejadian & lainnya saya mohon maaf.

Ini adalah cerita pertamaku, untuk segala kekurangannya agar di maafkan & saya mohon koreksinya dari kalian para sahabatku.
Terima kasih...

Judul : Cintaku Berawal Dari Kebencian
Genre : Relationship, School & Romantice
Jenis Cerita : Fiksi
Pembuat & Penulis : Nico & Rani

Seorang pemuda sedang berdiri tegap di balik jendela kamarnya, tirai putih keunguan bercorak bunga mawar pun dia sibakkan, agar dia leluasa memandangi bintang-bintang di langit, sesekali ia memalingkan wajahnya ke layar handphone miliknya yang dia pegang. Wajahnya yang tampak murung & gelisah tak mampu dia sembunyikan, entah apa yang dia lamunkan ? Yang pasti pemuda itu tampak murung & tidak pernah beranjak pergi dari tempatnya, meskipun waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.
Namun, lamunannya terhenti ketika seorang wanita muda memanggil namanya.

"Neo, apa kamu sudah tidur dek ? Sosok wanita yang berparas cantik & berumur 35 tahun membuyarkan lamunan Neo dari luar kamar, yang tak lain adalah mamanya.."

"Belum ma, sahut Neo dengan malas & beranjak dari tempatnya untuk membuka pintu kamarnya.."

"Loh.. Kok belum tidur, besok kamu harus bangun pagi loh untuk daftar di sekolah barumu.."

"Belum ngantuk ma, kenapa mama juga belum tidur ?

"Mama lagi ngurusin adikmu Selvi, sudah cepet tidur sana. Sudah malam dek.."

"Baiklah ma, sahut Neo & beranjak tidur di kasur empuknya.."

"Gitu dong, itu baru anaknya mama. Balas mamanya lalu mencium keningnya Neo dengan mesra.."

***oOo***

Pagi itu, pagi yang cerah menyambut hariku. Suara derung motor berlalu lalang di jalanan depan rumahku, ada yang pergi ke pasar, ada yang pergi ke sekolah & ada juga yang berangkat bekerja. Tak terkecuali aku, dimana aku sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk keperluan mendaftar di sekolah baruku nanti.

"Sial, sudah hampir jam 7 rupanya. Aku harus segera berangkat kalau gak mau terlambat mendaftar. Ucap Neo sambil memasukkan berkas pendaftaran ke dalam tasnya.."

Dengan santainya dia keluar kamarnya & menuruni anak tangga lalu menuju ke kamar mamahnya yang ada di lantai dasar, tidak membutuhkan waktu lama dia sampai di depan kamar mamahnya.

"Tok tok tok.. Assalamuallaikum ma, mama di dalam kah. Adek, mau pamit nih." Ucap Neo sambil mengetok pintunya.."

"Wa'allaikumsallam dek, iya dek, mama di dalam. Masuk saja. Sahut mamanya dari dalam kamar.."

Dengan perlahan aku memutar selop pintu & mendorongnya perlahan-lahan agar tak mengganggu aktifitas mamaku saat itu, kamar berwarna putih keabu-abuan & berukuran 4x3 meter itu menjadi saksi bisu kelahiranku dulu.

"Ma, Neo mau berangkat ke sekolah dulu, Neo mohon doa semoga semuanya diberi kelancaran. Ucap Neo sambil duduk di samping mamanya.."

"Iya sayang, mama pasti mendoakan yang terbaik buatmu, itu selalu mama lakukan tanpa kamu minta sekalipun.."

"Terima kasih ma.. Ya sudah, Neo berangkat dulu iya mah.."

"Iya sayang, ini uang sakumu buat hari ini. Mamanya mengeluarkan uang dari dompetnya lalu memberikan Rp.5000 kepada Neo.."

"Terima kasih ma, assalamualaikum ma. Neo berangkat.."

"Wa'alaikumsallam, hati-hati di jalan nak.."

"Iya ma, Sahut Neo sambil berjalan menuju pintu depan rumahnya.."

Sesampainya di depan, aku menaiki sepeda kayuh yang terparkir rapi berdampingan dengan motor kakakku di teras rumah. Sepeda BMX mini jadi kendaraanku menuju sekolahku saat ini. Jarak antara rumahku dengan sekolahku memang tidak terlalu jauh, cuma butuh waktu 30 menit untuk sampai di sekolahku SMPN 03 Balen dengan mengendarai sepeda.

Suara kicauan burung yang indah nan merdu tak aku hiraukan begitu saja, aku nikmati detik demi detik suara yang aku dengar sangat merdu sekali di telinga & tanpa henti terus bernyanyi di langit yang biru. Jalanan yang sepi, pemandangan sawah & gunung yang tinggi membuatku semakin semangat untuk mengayuh sepeda agar sampai di tujuan tepat waktu.

Tidak terasa aku sudah sampai di tempat tujuan, bangunan besar serta luas yang memiliki 2 lantai tersebut, terdapat lapangan basket di tengah area sekolahan & banyak murid-murid yang melakukan olah raga saat itu.

"Huft, sampai juga akhirnya. Aku memutuskan untuk menuju gerbang utama. Dan, Haa apa ini.."

"Gerbang sudah tutup & buka pukul sembilan.."

"What's...... What is this"

To Be Continue

Saya rasa cukup sekian dulu episode pertamanya, saya mohon saran & kritikannya untuk cerita di atas. Saya tidak tahu cerita yang saya buat ini termasuk benar atau salah dalam penulisannya, penyambungan kalimatnya. Karena saya baru pertama kali membuat cerita.

Saya mengucapkan terima kasih banyak sudah berkunjung.

Wassalamuallaikum Wr Wb..